gadget

Gadget anak- perkembangan teknologi memang sangat sulit untuk dihindari. Anak-anak lah yang menjadi korban paling rawan dari paparan negatif teknologi, khususnya pada teknologi smartphone. Penggunaan gadget secara positif memang dapat memberikan dampak yang positif pula.

Misal membantu anak dalam memperdalam materi pelajaran, membantu anak mengerjakan tugas sekolah, mencari data data penting yang susah ditemukan secara manual, serta sebagai sarana hiburan.

Namun tahukah Anda bahwa gadget ibarat dua sisi mata pisau, satu sisi berdampak positif, akan tetapi disisi lain akan menimbulkan dampak negatif. Berikut ini adalah beberapa dampak negatif penggunaan gadget anak:

  1. Anak akan menunjukkan perilaku buruk akibat paparan negatif dari internet
  2. Anak dapat menjadi korban predator anak yang banyak berkeliaran di dunia maya
  3. Anak rawan menjadi korban bullying di dunia digital
  4. Dapat mempengaruhi perkembangan otak anak
  5. Membuat anak malas bergerak karena terlalu asyik dengan gadget yang nantinya akan menghambat aktivitas dan perkembangan motorik anak
  6. Berpengaruh terhadap perkembangan sosial serta kesehatan mental
  7. Anak dengan tingkat kecanduan internet dan gadget akut akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, jadi mereka tidak akan memiliki banyak teman bermain
  8. Membuat anak tidak bisa lepas dari gadget, yang akhirnya akan menjadikan anak pribadi yang individualistik dalam pemecahan masalah
  9. Anak mengalami kelambanan dalam berpikir dan pemecahan masalah

Dari sekian banyak dampak negatif yang telah dipaparkan diatas, yang paling terlihat adalah anak akan kesulitan berkonsentrasi dalam belajar. Ketika anak kecanduan gadget, anak akan selalu mengandalkan gadget dalam setiap menyelesaikan masalah. Misalnya ketika ada soal latihan, anak akan mencari jawaban di internet. Sehingga lama kelamaan anak tidak bisa terpisah dengan gadgetnya.

Dampak jangka panjang tentu anak akan mengalami kerusakan mata, kelambatan motorik, kelambatan dalam berpikir, mudah marah, individualistik dan tentunya mengalami kesulitan dalam bersosialisi. Diperlukan peran orang tua untuk mengawal dengan bijak penggunaan gadget anak anaknya.